Jumat, 11 April 2014

Polisi ringkus penipu berkedok pegadaian senilai Rp 12,5 miliar


    Kadiskominfo Pemprov Bengkulu ditahan karena kasus penipuan

Merdeka.com - Jajaran Polda Sumsel menangkap satu dari dua pelaku penipuan berkedok karyawan pegadaian, Dian Margareti (25). Wanita ini ditangkap setelah menjadi buronan atas kasus penipuan lelang emas senilai Rp 12,5 miliar.

Kabid Humas Polda Sumsel R Djarod Padakova mengungkapkan, penangkapan pelaku saat berada di Jakarta dua pekan lalu. Pihaknya sengaja belum mengekspos ke media terkait penangkapan tersebut lantaran masih memburu satu pelaku lain berinisial F yang masih berkeliaran.

"Pelaku Dian sudah menjadi target operasi kita sejak lama. Dan setelah diketahui posisinya di Jakarta langsung kita ciduk. Memang kita tidak ekspos demi untuk penyelidikan," ungkap Djarod kepada merdeka.com, Selasa (8/4).

Menurut Djarod, modus yang dilakukan pelaku dengan cara mengaku sebagai karyawan pegadaian di Palembang. Mereka menawarkan korban untuk membeli emas secara lelang dengan harga yang murah.

Pelaku Dian bertugas menghubungi pelanggan yang tertarik menjadi peserta lelang, sementara temannya F mengaku sebagai auditor di Pegadaian Palembang. Namun, setelah diperiksa di seluruh pegadaian yang ada di Palembang, nama keduanya tidak terdaftar sebagai karyawan.

Kemudian, pelaku tidak memberikan seluruh emas yang ditawar pembeli. Misalnya, ada pembeli yang membeli 10 kilogram, pelaku hanya memberikan 6 kilogram. Mereka berdalih, 4 kilogram sisanya sudah diambil pembeli yang berani menawar dengan harga lebih mahal. Karena penawar melanjutkan lelang, maka sisa uang dari pembelian emas tidak dikembalikan oleh Dian dan F.

"Total uang yang dilarikan kedua pelaku senilai Rp 12,5 miliar," terang Djarod.

Dia menambahkan, Polda Sumsel sudah menyita beberapa aset milik pelaku. Di antaranya, 10 unit rumah, satu apartemen, uang Rp 850 juta, dan tujuh unit mobil yang jika diuangkan mencapai Rp 4,5 miliar.

"Kasus ini masih terus kita dalami. Dan masih ada beberapa aset yang belum kita sita, sekarang sedang kita usut," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar